Saya kurang mengikuti perkembangan UAN sih, tapi dari berita yang pernah saya dengar, katanya UAN ini untuk menstandardkan mutu pendidikan (benar?). Tapi yang membuat saya heran…….. ada kasus dimana kepala sekolah membocorkan soal UAN dengan alasan supaya tingkat kelulusan tinggi. Dengan tingkat kelulusan tinggi, sekolah dapat menerima bantuan pendidikan. Ironis sekali kan?,,
Nilai-nilai moral, budi pekerti, kerjasama, kolaborasi, dan keterampilan psikomotor lainnya terabaikan. Padahal sudah banyak hasil penelitian yang menyatakan bahwa kesuksesan seseorang hanya 20% ditentukan oleh kecerdasan intelektual dan yang 80% ditentukan oleh serumpun kemampuan yang disebut kecerdasan emosional (Daniel Goleman). Alhasil pendidikan kita tidak mampu menumbuhkembangkan anak-anak untuk lebih menghargai perbedaan dalam konteks sosial budaya yang beragam (multikultural). Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya tindak kekerasan antar siswa di berbagai tempat. Mereka kurang mampu berpikir kreatif, kritis dan produktif. Mereka juga tidak mampu mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan berkolaborasi. Bahkan kepekaan sosial kepada orang lain dan saudaranya sendiri menjadi lemah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar